image

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

06 April 2018 | 04:12 WIB | Raket

Christopher Rungkat Kembali Perkuat Tim Piala Davis

JAKARTA, suaramerdeka.com- Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar memastikan, Christopher Rungkat dipanggil kembali memperkuat tim Indonesia untuk menghadapi tuan rumah Sri Lanka pada play-off degradasi Piala Davis Grup II Asia/Oseania di Colombo, Sri Lanka, 7-8 April ini.

Indonesia juga harus menang menghadapi tuan rumah Sri Lanka agar bisa bertahan di Grup II Asia/Oseania. Karena itu, tenaga Christo diperlukan lagi lantaran dia saat ini masih menjadi petenis terbaik Tanah Air. Pada Piala Davis lawan Filipina di Stadion Tenis Terbuka GBK, Jakarta, awal Februari lalu, Indonesia kalah 1-4. Kala itu Christo tak bisa memperkuat Indonesia karena sedang menjalani rangkaian tur di luar negeri.

"Pas Piala Davis, Christo minta izin main di luar untuk memperbaiki ranking dunianya. Program dia adalah bisa masuk ranking 100 dunia dan itu kami hargai. Kami juga tak bisa menghalang-halangi karena itu program sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dia juga bilang, nanti setelah keliling (bermain di luar), akan main (Piala Davis). Karena itu dia masuk ke tim lagi," kata Rildo saat acara ramah tamah dan pengenalan pelatih asal Belanda Frank van Fraayenhoven di Kantor Irjen Kemenpupera, Jakarta, Kamis (5/4).

Tim Piala Davis Indonesia, selain diperkuat Christo, masih ada David Agung Susanto, Anthony Susanto, Justin Barki dan M Althaf Dhaifullah dengan non-playing captain Febi Widhiyanto. Adapun M Rifqi Fitriadi tak disertakan karena sedang sakit.

Seusai Piala Davis, para petenis ini juga dipersiapkan menghadapi Asian Games 2018 Jakarta - Palembang. Menurut Rildo, jika ada atlet yang memiliki program atau mengikuti kejuaraan di luar negeri akan didukung. Bahkan pendanaan akan dibantu induk federasi tenis nasional, sebagai salah satu persiapan Asian Games. "Kami akan dorong jika mereka ikut kejuaraan di luar," terangnya.

Pada pesta olahraga bangsa Asia nanti, PP Pelti tak mau muluk-muluk soal target. Jika mendapat medali di Asian Games, itu dianggap sudah bagus. Sebab lawan yang dihadapi cukup kuat, utamanya dari Jepang dan China yang notabene memiliki petenis yang nangkring di top 50 dunia.

"Target kita pasti medali, apakah emas atau perak yang penting medali. Kami akan memberikan semangat kepada pemain agar bisa memberikan yang terbaik," ungkap pria yang juga menjabat Irjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) itu.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )