22 Januari 2018 | Fokus Jateng

Alumni Siap Bantu Kembalikan Kejayaan Taman Siswa

  • SMP Taman Dewasa Tempati Gedung Baru

SEMARANG- Alumni SMP Taman Dewasa siap membantu mengembalikan zaman keemasan sekolah yang bernaung di bawah perguruan pendidikan Taman Siswa Semarang.

Slamet Hariyanto, alumnus 1996 SMP Taman Dewasa menegaskan, pihaknya bersama alumni lannya menyatakan turut peduli pada sekolah yang telah membesarkan dirinya.

‘’Kami prihatin kondisi sekolah ini. Dulu pada zaman keemasan, perguruan Taman Siswa ini besar dan muridnya banyak. Saat ini faktanya banyak gedung hilang atau roboh.

Kami harap pemerintah turut peduli,’’ kata dia saat menghadiri peresmian Gedung SMP Taman Dewasa, Sabtu lalu. Menurut dia, dalam perjalanan sejarah, perguruan Taman Siswa turut mencerdaskan anak bangsa. Taman Siswa mencapai masa kejayaan kurun waktu 1970-an hingga awal 1990-an.

’Dulu SMP masuk pagi dan siang karena muridnya banyak. Sekarang tinggal dua kelas masing-masing kelas ada 23 anak duduk, yakni kelas VIII dan IX. ‘’Untuk mengembalikan kejayaan SMP Taman Dewasa ini kami akan sosialisasi yang bentuknya kegiatan.

Contohnya saat peresmian gedung masyarakat diundang. Kami juga menggelar bazar sembako murah. Kami siap adakan lomba di SD-SD,’’ tandas dia.

Dijelaskan, yang terlibat dalam kegiatan tersebut alumni SMP 1986, 1991, 1992, dan 1996. Ki Bejo Sutrisno mantan guru Bahasa Indonesia mengatakan, sejak berdiri 1961, baru pada 2017 mendapat bantuan pemerintah.

SMP mendapat bantuan renovasi dari APBN berupa tiga lokal kelas ditambah satu lokal ruang guru. Sejak berdiri baru dua kali renovasi yakni tahun 1983 dengan dana yayasan dan 2017 melalui APBN.

Bazar Sembako

‘’Dulu SD-hingga SMK banyak menerima murid. Satu kelas bisa 40 murid,’’ kata Bejo yang juga wakil ketua Majelis Taman Siswa Semarang. Dijelaskan, SD sudah tutup karena tak ada yang mendaftar. TK masih banyak diminati. SMK juga tidak seperti dulu jumlah muridnya.

Selain peresmian gedung SMP Taman Siswa, juga ada bazar sembako murah oleh alumni dan gelar karya siswa TK SMK Ketua Majelis Cabang Taman Siswa Semarang, Ki Gatot Nashari mengatakan, tantangan sekolah kali ini berat.

‘’Menjadi ringan bila kita kompak, sing sayuk lan sing rukun, kuncinya kebersamaan dan kekeluargaan,’’ harap Gatot yang sejak 5 Agustus 2017 dipercaya sebagai ketua Majelis Taman Siswa Semarang.

Dikatakan, di perguruan Taman Siswa terdapat jenjang pendidikan bernama TK Taman Indria, SD Taman Muda, SMP Taman Dewasa, dan SMK Taman Madya.

Acara peresmian tersebut dihadiri jajaran majelis luhur Taman Siswa, Lurah Mlati Harjo, Kepala Dinas Pendidkan Kota Semarang Boyamin, wali murid TK-SMK, dan masyarakat sekitar. ‘’Salam dan bahagia adalah ucapan salam khas dari perguruan Taman Siswa,’’ imbuhnya.(H41-59)

Berita Lainnya