14 Januari 2018 | Internasional

Trump Bikin Afrika Murka

NEW YORK- Afrika menuntut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta maaf lantaran menyebut negara-negara Afrika sebagai negara-negara ‘’lubang kotoran’’. Desakan itu disampaikan sejumlah duta besar dari Afrika di PBB, Jumat (12/1) waktu setempat.

”Misi Uni Afrika untuk PBB sangat terkejut dan dengan keras mengutuk ucapan keterlaluan, rasis, dan xenofobia yang dikaitkan dengan Presiden AS seperti yang dilaporkan secara luas oleh media,” kata Martha Ama Akyaa Pobee, duta besar Ghana untuk PBB, Jumat (12/1) waktu setempat. Pernyataan keras para duta besar negara-negara Afrika itu dilontarkan setelah Uni Afrika melayangkan kecaman yang sama. Persatuan negara-negara Afrika yang tergabung dalam Uni Afrika tersebut mengingatkan Trump atas sejarah kelam perbudakan di Amerika Serikat.

‘’Mengingat realitas sejarah soal berapa banyak warga Afrika tiba di Amerika Serikat sebagai budak, pernyataan (Trump) tidak dapat diterima,’’ kata juru bicara Uni Afrika, Ebba Kalondo. ‘’Saya meyakini pernyataan seperti itu melukai nilai-nilai global soal keberagaman, hak-hak asasi manusia, dan pemahaman yang resiprokal,’’katanya.

Simalakama

Negara-negara di Afrika berada di posisi yang rumit setelah pernyataan Trump. Sebagai penerima bantuan AS, beberapa di antaranya enggan mengkritik Trump. Apalagi di saat AS berencana mengurangi dana bantuan asing. ”Kecuali disebutkan secara khusus soal Sudan Selatan, kami tidak mau berkomentar,” kata juru bicara pemerintah Sudan Selatan, Ateny Wek Ateny.

Meski demikian mayoritas negara Afrika mengecam pernyataan Trump. Kongres Nasional Afrika Selatan (Afsel) menyebut pernyataan Trump sangat ofensif. Pemimpin oposisi Afsel Mmusi Maimane mengatakan, komentar Trump ‘’menjijikkan’’.

Kimberly Halkett dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington DC bahwa desakan agar Trump meminta maaf semakin meningkat di dalam dan di luar AS. Nnamun tampaknya Trump belum mengindahkannya. Rupert Colville, juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, sebelumnya juga mengecam ”bahasa vulgar” Trump.

Dia menyebut apa yang disampaikan Trump sebagai rasis. ”Anda tidak bisa meremehkan seluruh negara dan benua sebagai lubang kotoran... maafkan saya, tapi tidak ada kata lain yang bisa digunakan selain rasis,” kata Colville. Ungkapan ‘’shithole’’ atau ‘’lubang kotoran’’ dilontarkan Trump dalam pembahasan reformasi imigrasi dengan para politikus di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (11/1) waktu setempat.

‘’Mengapa kita ingin agar orang-orang dari negara-negara ‘lubang kotoran’ datang kemari?” kata Trump dikutip sebuah sumber dalam pertemuan itu. Juru Bicara Gedung Putih Raj Shah pada Kamis sore, tidak membantah pernyataan ‘’lubang kotoran’’ tersebut. Tapi Trump melalui akun Twitter-nya membantah telah menyebut negara tertentu sebagai ‘’lubang kotoran’’.(aljazeera,cnn-mn-53)

Berita Lainnya