image

SM/Dok : Karya yang dipamerkan dalam pameran ”Dua Kutub”

12 Januari 2018 | Selebrita

Pertanyakan Keadilan lewat Lukisan

JAKARTA- Perupa Gigih Wiyono tengah menggelar pameran kolektif ”Dua Kutub” bersama Masdibyo di Galeri Nasional Indonesia. Sama-sama mengkritik persoalan sosial politik, salah satu lukisan Gigih mempertanyakan tentang sila kelima Pancasila. Lukisan yang berada di bagian depan Gedung A Galeri Nasional Indonesia itu ada tiga panel. Di bagian tengah panel terdapat gambar garuda yang didominasi warna merah, dua panel lainnya bergambar perempuan.

Ditemui di sela-sela pembukaan pameran, Gigih mengatakan simbol garuda dan perempuan mewakili kritiknya. ”Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, keadlian yang mana. Keadilan hanya bisa dicapai dengan kemakmuran, tanpa kemakmuran apa bisa bicara soal keadilan. Itu kegelisahan yang saya alami,” ujarnya.

Tanah dan Kesuburan

Simbol perempuan pun berbicara tentang tanah atau kesuburan. Dalam beberapa karya yang dipajang kali ini, Gigih memang sebagian besar memajang hubungan ibu dan anak, perempuan, dan simbol kesuburan lainnya. ”Saya membawa pohon sebagai simbol Tumbuh atau Kesuburan. Teks tersebut saya bawa ke Galeri Nasional untuk dikontekskan dengan keadaan sekarang,” pungkasnya.

Pameran seni ”Dua Kutub” masih berlangsung sampai 21 Januari 2018 di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia.(dtc-63)

SMCETAK TERKINI