image
07 Januari 2018 | Rileks

SMP N 39 Semarang Raih Adiwiyata Nasional

Setelah menempuh perjuangan panjang selama beberapa tahun, SMP Negeri 39 Semarang mendapatkan kado manis yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Tingkat Nasional. Di pengujung 2017, atau tepatnya Kamis (21/12/17), sekolah yang berada di Jalan Sompok 43 A Semarang tersebut ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2017. Sebelumnya pada 2010, SMPN 39 juga pernah menyandang gelar sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Semarang serta berhasil menjadi Sekolah Adiwiyata Provinsi pada 2014. “Alhamdulillah, tahun 2017 sekolah kami ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional,” ungkap Kepala Sekolah SMPNegeri 39 Semarang, Bapak Drs Siminto MPd.

Bapak Siminto mengatakan, program Adiwiyata di SMPNegeri 39 Semarang dilaksanakan berdasarkan prinsip edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Karena itu, dia selalu mendorong tumbuhnya sekolah dengan tata kelola yang baik, sehingga dapat memberikan pembelajaran bagi warga sekolah untuk bertanggung jawab mengelola lingkungan hidup.

Warga sekolah dibiasakan untuk peduli dan berbudaya lingkungan serta berkarakter cinta lingkungan. Menurutnya, berbagai upaya pengelolaan lingkungan dikembangkan sekolah, seperti pembibitan, pembuatan biopori, pembuatan sumur resapan, kebun TOGA, kebun lombok, kebun terong, hutan mini, green house, vertical garden, penghijauan, perawatan taman-taman kelas atau taman sekolah, pembuatan kompos, mengaktifkan bank sampah, pengurangan serta pemilahan sampah, hemat listrik, dan air.

Selain itu, sekolah juga menyiapkan fasilitas kantin sehat dengan memantau kebersihan dan ketertiban kantin serta menyajikan makanan sehat tanpa bahan pengawet, pemanis, dan pewarna. Juga, memantau penggunaan plastik. Di sekolah yang berluas 9.774 m2 itu juga mengembangkan kewirausahaan dengan memproduksi jamu “Galan Seger Sumringah”, jenis jamu beras kencur, kunir asem, dan gula asem.

Jamu diproduksi oleh peserta didik kelas VIII dalam mata pelajaran Prakarya sebagai usaha keunggulan sekolah. “Kami juga mencoba budidaya jamur tiram dan hasilnya sudah dapat dikonsumsi keluarga besar SMPNegeri 39 Semarang,” kata Bapak Siminto.

Peduli Lingkungan

Sementara itu, untuk menjadikan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah. Hal itu antara lain tercermin dalam visimisi sekolah. Pengembangan kebijakan yang dilakukan oleh sekolah yang terakreditasi A dengan nilai 97, itu berupa unggul dalam prestasi yang dilandasi iman, takwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan. Sekolah juga mengalokasikan dan menggunakan dana untuk kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup. Tujuan yang diharapkan sekolah adalah bisa menata sekolah lebih bersih, sehat, indah, dan lebih asri. Dari tujuan itulah dapat menunjang kenyamanan dalam kegiatan pembelajaran. “Komitmen kami, ëCintai Lingkungan, Sayangi Bumií,” ujar Kepala Sekolah yang memiliki hobi berkebun itu.

Prestasi tesebut tetntu patut diacungi jempol, karena pembentukan karakter sekolah Adiwiyata tidaklah mudah. Dibutuhkan konsistensi yang dijalankan oleh seluruh elemen sekolah, dari kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan komite sebagai masyarakat sekolah serta kerja sama yang solid untuk mewujudkan visi-misi sebagai Sekolah Adiwiyata. “Prestasi ini belum selesai, selanjutnya target sekolah adalah menuju Adiwiyata Mandiri,” tambah Bapak Siminto. Lebih lanjut, Kepala Sekolah yang memiliki latar belakang guru bidang pelajaran Matematika ini menandaskan, sekolah akan selalu berusaha meningkatkan kualitas dengan semboyan “SMP39 adhem, adhem, adhemÖYes”.(58)

Rini Rusmiasih
SMPN 39 Semarang

SMCETAK TERKINI