image
07 Januari 2018 | Rileks

Dilan 1990, Penuh Kritik namun Dinantikan

  • Oleh Dhaneswari Tiara

Siapa yang tak kenal Dilan? Pria romantis dalam novel Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 karangan Pidi Baiq. Novel Dilan menjadi salah salu primadona di kalangan pecinta buku. Novel setebal 300 halaman ini memiliki alur cerita yang kuat dan tutur bahasa yang mampu melelehkan hati pembacanya.

Berkat kepopouleran tokoh Dilan, rupanya Fajar Bustomi tergelitik untuk mengangkatnya dalam sebuah film layar lebar. Kisah cinta romantis Dilan dan Milea dalam bentuk visual ini tentu menarik antusias penggemar novel Dilan. Sayangnya antusias positif ini berubah menjadi ladang kritik sejak nama pemain utama diumumkan. Karakter Dilan yang terkesan badboy memunculkan spekulasi di kalangan penggemar.

Aktor kawakan seperti Reza rahardian, Vino G Bastian, dan Adipati Dolken disebut-sebut cocok memerankan tokoh Dilan yang juga anggota geng motor tersebut. Sayangnya asumsi penggemar harus pupus ketika nama yang dirilis sebagai pemeran utama adalah Iqbaal Diafakhri Ramadhan eks-CJR. Citra Iqbaal yang polos dan manis sebagai mantan personil boyband membuatnya dirasa tak sesuai mewakili tokoh Dilan yang pintar merayu. Gaung kekecewaan penggemar banyak ditemukan di media sosial. Kekecewaan ini makin kuat ketika cuplikan perdana film Dilan dirilis Desember lalu. Akting Iqbaal dianggap kaku dan tidak memenuhi ekspektasi pembaca. Remaja 17 tahun ini dinilai gagal mewujudkan karakter Dilan yang puitis dan nyentrik ini ke dunia nyata.

Pemilihan Iqbaal sebagai Dilan bukan tanpa sebab, Pidi Baiq dan Fajar Bustomi secara langsung memilih Iqbaal melalui serangkaian proses casting. Mereka menilai Iqbaal telah memenuhi bayangan mereka tentang Dilan.

Diskusi

”Kalau pemain, pemilihan bukan sutradara saja, penulis juga. Kita lihat casting mereka, ada feelingnya nih. Langsung sikat. Setelah diskusi lama dan casting panjang banget.

Yang paling tepat dan pas adalah Iqbaal. Karena Dilan itu enggak boleh bule. Sejauh yang saya kenal, dia cerdas untuk jadi Dilan,” ujar Fajar Bustomi pada press conference Juli 2017 lalu.

Demi menjadikan Dilan sesuai dengan karakter dalam novel, Pidi disebut-sebut menitipkan Iqbaal kepada empat geng motor terbesar di Bandung. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Pidi hendak menggodok Iqbaal dengan belajar langsung dari geng motor untuk mendalami karakter sebagai Dilan. Tak hanya itu, Dilan yang pernah mengalami kecelakaan motor harus rela membuang traumanya dan kembali lagi mengendarai motor dalam kesehariannya. Selain membiasakan diri dengan motor Iqbaal yang kalem pun harus belajar tengil dan menyebalkan demi menunjang aktingnya.

Film yang skenarionya ditulis sendiri oleh Pidi baiq ini juga diperankan oleh aktor-aktor lintas generasi. Selain Iqbaal sebagai Dilan ada Vanesha Prescilla (Milea), Zulfa Maharani (Rani), Yuriko Angeline (Watu), Steffi Zamora (Susi), Omar (Pian), Refal hady (Kang Adi), Giulio Parengkuan (Anhar), Gusti Rayhan (Akew), dan Debo (Nandan). Meski menuai banyak kritik namun film Dilan 1990 ini nyatanya masih menjadi film yang paling ditunggu-tunggu pada awal tahun ini. Film yang diproduseri oleh Ody Mulya Hidayat ini digadanggadang akan menjadi film remaja tersukses di Indonesia. Benarkah demikian? Mari kita buktikan pada 25 Januari mendatang.(63)

Berita Lainnya