image

Foto: John Peters/Man Utd via Getty Images

15 Februari 2018 | 04:25 WIB | Liga Inggris

Penerapan Teknologi VAR di Sepak Bola Inggris Didukung Mourinho

MANCHESTER, suaramerdeka.com- Penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di sepak bola Inggris mendapat dukungan dari Manajer Manchester United, Jose Mourinho. VAR diyakini Mourinho akan membantu wasit membuat keputusan adil.

"Ketika orang-orang bertanya apakah kami menyukainya, apakah kami tak menyukainya, apakah wasit setuju atau tidak setuju dengan itu, saya pikir itu adalah pertanyaan untuk para wasit," ucap Mourinho kepadaMUTV.

Musim ini, teknologi VAR mulai dijajal di Inggris dan telah diterapkan di sejumlah pertandingan Piala FA dan Piala Liga Inggris. Jika dianggap memuaskan, teknologi ini mungkin saja juga dipakai di Premier League. Ketika dijamu Huddersfield Town di babak kelima Piala FA, Sabtu (17/2),  MU berpeluang untuk merasakan teknologi VAR untuk pertama kalinya.

"Mereka ingin tampil sebaik-baiknya, mereka tak ingin membuat kesalahan. Dan kadang-kadang mereka membuat kesalahan karena itu manusiawi dan Anda tak bisa mengatasinya kecuali Anda mendapat dukungan teknologi. Jadi, jika wasit senang dengan dukungan teknologi itu, maka iya, ayo pakai VAR. Saya pikir, dari sudut pandang saya, saya menyukainya," katanya.

Dalam penerapan VAR, kritikan kerap muncul seperti terjadinya kebingungan di antara pemain, manajer, dan suporter di dalam stadion ketika wasit melihat tayangan ulang. Menurut Mourinho, VAR memang butuh penyesuaian agar mencapai kondisi ideal.

"Mereka harus memastikan agar teknologi ini tak terlalu mengubah dinamika pertandingan, tak terlalu memengaruhi emosi pertandingan. Orang-orang menunggu beberapa menit untuk tahu apakah mereka bisa melompat (dan merayakan) karena itu gol. Tapi, dari sudut pandang profesional saya, saya menyukai perasaan sebuah keputusan yang tepat akan datang. Apakah itu penalti atau bukan, handball atau bukan, kartu merah atau bukan. Saya pikir sebuah keputusan adil adalah perasaan yang saya sukai," katanya.

(Andika Primasiwi /DS /CN26 )