image

BERI PENJELASAN: Dalam acara coffee morning dengan jurnalis DIY, Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni memberikan penjelasan soal tertangkapnya buronan sengketa tanah di Makorem setempat, Selasa (17/4). (Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada)

17 April 2018 | 16:55 WIB | Suara Kedu

Turunkan Tim Khusus, Korem Pamungkas Tangkap Buronan

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kasus sengketa tanah dan bangunan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di Jalan Kaliurang KM 5,8 Sleman memasuki babak baru. Hal ini setelah TNI AD menangkap  Antonius Toto Junaidi Ridarto alias TJ, tersangka pemalsuan surat tanah milik TNI AD yang ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Status DPO diberikan terhadap TJ setelah dia menghilang pasca putusan sidang praperadilan yang memenangkan tergugat, yakni TNI AD. TJ diamankan di sebuah rumah di Pondok Dk 1 RT 007 Desa Trimurti, Srandakan, Bantul, Selasa (17/4) dini hari.

“Saudara Toto Junaedy alias Joned  hingga dinyatakan buron sampai akhirnya berhasil kami tangkap,” papar Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni saat coffee morning dengan kalangan jurnalis DIY di serambi Makorem setempat, Selasa (17/4).

Zamroni menjelaskan setelah adanya penetapan buron, pihaknya langsung membentuk tim khusus gabungan Pusintelad dan Interlrem 072 untuk mencari keberadaan Joned dan kemudian menangkapnya. Akhirnya lewat sebuah operasi, Joned yang sudah buron sejak satu bulan ini berhasil ditangkap.

Setelah diamankan selanjutnya tersangka diserahkan ke Bareskrim Mabes Polri yang menangani kasus pemalsuan surat tanah milik TNI AD di Jalan kaliurung Km 5,8.

Sementara Kasi Intel Korem 072/Pamungkas Kolonel Kav Wiratno SH mengaku, keberhasilan operasi pencarian buron Toto Junaidi karena tim telah menguasai medan. Selain itu, timnya juga memiliki data lengkap yang berkaitan dengan tersangka.

Sengketa lahan di Jl Kaliurang berlangsung cukup lama. TNI AD mengklaim kehilangan aset di kawasan itu selama 13 tahun. Persoalan mengemuka saat Lie Fong Moij mengklaim sebagai pemilik lahan dibuktikan dengan sertifikat No. SHM 11178 dan SHM 11179. Tanah dibelinya dari TJ sebesar Rp 11 miliar pada 2005.

TNI AD yang kalah di pengadilan enggan menyerah. Bersama tim penyidik Bareskrim Mabes Polri, tim Mabesad menemukan ada indikasi penyalahgunaan Letter C yang membuat TNI kehilangan aset. Hasil penyidikan tim Bareskrim akhirnya menetapkan TJ sebagai tersangka. 

(Gading Persada /SMNetwork /CN41 )

NEWS TERKINI