image

Personel gabungan melakukan penggeledahan di seluruh kamar narapidana dan tahanan di Rutan Kelas II B Wonosobo, Senin (16/4) petang. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

17 April 2018 | 10:34 WIB | Suara Kedu

Personel Gabungan Geledah Kamar Napi di Rutan Wonosobo

  • Serentak Dilakukan Seluruh Lapas dan Rutan se Indonesia

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Personel gabungan dari Rutan Kelas II B Wonosobo bersama Polres dan Kodim 0707 melakukan penggeledahan di seluruh kamar narapidana dan tahanan di rumah tahanan negara setempat, Senin (16/4) petang. Penggeledahan dimaksudkan untuk mengecek kondisi narapidana dan tahanan serta mencari barang-barang terlarang, baik benda-benda elektronik, senjata tajam maupun obat-obatan terlarang.

Puluhan personel kepolisian dikerahkan baik dari Bagian Operasi (Bagop), Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba), Saturan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satuan Intelejen dan Keamanan (Satintelkam), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), jajaran TNI dan Propam di Kodim 0707/Wonosobo, serta puluhan petugas Rutan. Satu regu personel bersenjata lengkap Satuan Sabhara (Satsabhara) juga dikerahkan mengamankan penggeledahan.

Dalam penggeledahan yang dipimpin Kepala Rutan Kelas II B Wonosobo, Akbar Amnur dan Kabagops Polres Wonosobo, Kompol H Ahmadi, petugas menyisir semua bagian di 15 kamar rutan tersebut sejak pukul 20.30-23.30. Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengalamankan ratusan benda-benda milik narapidana dan tahanan, baik benda tajam, benda rakitan elektronik dan obat-obatan.

Semua benda-benda tajam yang rawan disalahgunakan diamankan petugas, baik dua buah benda yang menyerupai senjata tajam, besi tumpul kecil, ikat pinggang, jarum-jarum, tusuk gigi, bekas korek api gas yang dimodivikasi, tempat jarum suntik, benda rakitan menyerupai bentuk sound dan obat-obatan. "Semua yang mencurigakan kami amankan. Termasuk obat-obatan. Namun, setelah diteliti obat-obatan itu bukan terlarang," ujar Akbar.

Dari belasan obat-obatan yang disita, ada obat gatal, obat pusing, salep maupun obat lain. Dimungkinkan, itu milik penghuni yang kondisi kesehatannya kurang baik, sehingga mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin di rutan tersebut. "Kami sengaja menyisir benda atau obat apapun yang kemasannya kurang familiar. Kami berupaya keras mengantisipasi berbagai bentuk penyeludupan barang terlarang," tandas dia.

Terkait kegiatan penggeledahan yang dilakukan petugas gabungan tersebut, Akbar menyebut kegiatan tersebut merupakan razia serentak seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54. Pihaknya sengaja menggandeng Polres dan Kodim guna meningkatkan sinergitas aparat penegak hukum dan keamanan guna mengantisipasi segala macam bahaya dan ancaman.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras menegaskan, operasi yang dilakukan personel gabungan dilakukan secara persuasif, dengan pendekatan yang humanis. Hal itu dilakukan guna lebih menghargai dan memanusiakan para penghuni rumah tananan. "Kami tekankan tidak boleh dengan emosi. Harus dilakukan dengan pendekatan humanis. Jangan persepsikan mereka sebagai orang sangat salah," ujar dia saat apel pra operasi.

Senada Kompol H Ahmadi menyebutkan, saat melakukan penggeledahan di rutan tersebut, pihaknya tidak mendapati barang-barang haram seperti narkoba maupun barang elektronik seperti handphone (hp). "Setelah kegiatan ini, kami akan berupaya melakukan kegiatan razia gabungan rutin guna mengantisipasi penggunaan hp, benda tajam maupun obat terlarang," tandas dia.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN19 )

NEWS TERKINI