image

FOTO BERSAMA: Menristekdikti Mohammad Nasir dan Kuasa Usaha ad-Interim (KUAI) KBRI Beijing, Listyowati, foto bersama dengan para mahasiswa yang tengah belajar di Beijing usai bertemu di aula KBRI No 4 Dongzhimenwai Dajie, Chaoyang District, Beijing. (suaramerdeka.com/dok)

16 April 2018 | 19:48 WIB | Mancanegara

Menristek Minta Alumni Perguruan Tinggi Tiongkok Ikut Bangun Bangsa

BEIJING, suaramerdeka.com- Menristek Dikti Mohammad Nasir mengatakan, pesatnya perkembangan sains dan teknologi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) membuat negara tersebut menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam kerja sama di bidang pengembangan iptek, aplikasi dan inovasi. ''Untuk mencapai kemajuan, kita perlu membuka diri, membuka hati dan membuka keinginan,'' kata Nasir, ketika berdialog dengan puluhan mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Tiongkok, kemarin. 

Pertemuan yang difasilitasi Kuasa Usaha ad-Interim (KUAI) KBRI Beijing, Listyowati, berlangsung di aula KBRI No 4 Dongzhimenwai Dajie, Chaoyang District, Beijing.
Dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi suaramerdeka.com, Nasir mengharapkan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di berbagai perguruan tinggi di Tiongkok, bisa menyerap pengetahuan yang diperoleh untuk kemudian dimanfaatkan guna ikut membangun Indonesia.

''Saat ini, Indonesia masih memerlukan pengembangan riset dan teknologi lanjutan di beberapa bidang antara lain bidang pangan dan pertanian, kesehatan dan obat-obatan, khususnya obat tradisional China, teknologi informasi dan komunikasi, manajemen transportasi serta energi terbarukan,'' katanya. 

Mantan Rektor Undip itu menyampaikan harapan agar para lulusan perguruan tinggi di Tiongkok dapat menjadi entrepreuner yang baik dan dapat ikut memberikan sumbangsih untuk membangun negaranya.

KUAI KBRI Beijing, Listyowati mengatakan, peluang dari perkembangan pesat di bidang ekonomi dan teknogi di Tiongkok dapat dioptimalkan untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan Indonesia termasuk untuk peningkatan kerja sama pendidikan kedua negara. Pertemuan itu merupakan kali pertama antara Menristekdikti dengan mahasiswa Indonesia di RRT. Sebelum tatap muka, Menristekdikti meminta KUAI KBRI Beijing agar KBRI Beijing dapat memfasilitasi dan mendorong implementasi kesepakatan kerja sama di bidang ristek dan inovasi diantaranya di bidang manajemen transportasi, dan pengembangan kerja sama pendidikan tinggi.

Menristekdikti dan delegasi berada di Beijing dalam rangka kunjungan kerja menghadiri ASEAN-China Forum for Science, Technology and Innovation Cooperation: Launching Ceremony of China – ASEAN Year of Innovation. Menurut Listyowati, mahasiswa Indonesia di Tiongkok berjumlah sekitar 14 ribu orang, umumnya mengambil studi di bidang kedokteran, sains dan teknologi, bisnis, ekonomi internasional, manajemen dan perdagangan, hubungan internasional, pertanian, bahasa mandarin, dan program vokasi. 

 

(Agus Fathuddin /SMNetwork /CN40 )

NEWS TERKINI