image

Sebagian peserta berfoto bersama dalam reuni SMPN 6 Semarang yang digelar di Hotel MG Setos, Sabtu (14/4). (Foto: suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

15 April 2018 | 15:10 WIB | Liputan Khusus

Gensus 88 Gelar Reuni dan Berbagi

GENERASIkhusus (Gensus) 88 SMPN 6 Semarang menggelar reuni di MG Setos Hotel, Sabtu (14/4). Tidak hanya sekedar kumpul-kumpul di hotel, para alumni 1988 itu juga berbagi.

Berbagi cerita masa lalu sewaktu masih remaja dan berbagi pengalaman hidup masa kini dengan para kolega seangkatan dan para guru yang hadir dalam reuni tersebut. Mereka yang punya rezeki lebih banyak juga berbagi dan memberi donasi sehingga semua alumni bisa hadir menyemarakan acara, tanpa terbebani.

"Banyak manfaat dari reuni ini. Setidaknya kita diharuskan bersyukur karena masih diberi umur panjang dan kesehatan yang memadai, sampai bisa bertemu teman-teman sewaktu masih kecil. Selain itu, kita berbagi pemahaman, pertemanan, dan persaudaraan yang mungkin timbul tenggelam karena keadaan kita masing-masing selama kurun waktu 30 tahun selepas dari masa praremaja yang kebetulan satu SMP," tutur Muklisiyata, salah satu alumni.

Reuni yang dipandegani Ardi Setyo Palarso, Wiji Setiati, Dwi Wahyuningsih, dan kawan-kawan itu berlangsung cukup meriah. Reuni bertajuk "Bersatu dalam Persaudaraan" itu tampaknya memberi kesan mendalam bagi 120 alumni yang hadir dan sejumlah guru dan mantan guru yang didatangkan. Mereka bercerita masa lalu ketika masih bersekolah, sharing pengalaman hidup, bernyanyi bersama, main "game" dan membagi doorprize, serta makan bersama, diantaranya makan kue leker dan minum jamu "jun", jajajan faovorit sewaktu masih SMP.

Di sela reuni, para alumni juga menghadiahi kue tart bagi Ibu Purwani Hadiantari, guru seni rupa (menggambar) yang saat itu berulang tahun ke-58. Seluruh guru dan mantan guru yang dihadirkan juga mendapat "tanda mata" dari para alumni. Tidak lupa, sekolah juga mendapat bantuan dari sebagian kecil uang yang terkumpul dari para alumni.

Sebenarnya para alumni sempat menggelar reuni di 2010, namun pesertanya tidak sebanyak reuni terakhir. Mereka juga bereuni di dunia maya sejak group di WhatsApp dibikin akhir tahun lalu tapi tampaknya mereka belum puas sebelum kopi darat. 

"Alhamdulillah, hampir semua teman-temanku yang datang masih mengenalku. Ketemu lagi dengan teman gank setelah 30 tahun tetap tidak berubah, karena hati yang menyatukan kita," kata Puji Sugiharti, salah satu alumni, yang datang jauh-jauh dari Bekasi.

Ketua panitia reuni Ardi Setyo Palarso menambahkan, banyak kenangan sewaktu masih di SMP. Dari mata pelajaran yang sekarang tisak ada, seperti pelajaran maritim, administrasi, dan elektro.  Teman-teman telah lama berpisah dan kini banyak yang sukses hidupnya. "Teman-teman tetap selalu kompak dan menjalin tali silaturahmi," tuturnya.

Kepala SMPN 6 Semarang Suparno SPd MPd mengapresasi reuni para siswa lulusan 1988 itu. Pihaknya akan membuatkan portal/web untuk mewadahi atau memfasilitasi seluruh alumni SMPN 6. "Kalau berani, anak-anak bisa menggelar reuni akbar dari berbagai angkatan," tandasnya.

(Langgeng Widodo /SMNetwork /CN41 )

NEWS TERKINI