image

PENGOBATAN: Serda M.S Arifin (kiri) tengah mempraktekkan therapy banyu urip buatannya ke salah seorang warga. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

14 April 2018 | 05:24 WIB | Liputan Khusus

Ramuan Banyu Urip Bawa Serda Arifin Go International

BARUkali ini Eddy Hartono (64) mencoba ramuan banyu urip buatan Serda M.S, Arifin, seorang tentara anggota Kodim 0734/Yogyakarta. Datang bersama istrinya yang punya keluhan migrain menahun, warga Pakualaman Kota Jogja ini ingin mencoba untuk bisa sembuh dari diabetes melitus yang sudah dideritanya puluhan tahun ini dan menyebabkan pula pandangannya mulai tidak jelas. "Tadi ditetesi di bawah lidah. Alhamdulillah kok ada yang berubah. Lebih segar dan penglihatan mulai jelas tidak kabur lagi," ungkap Eddy.

Ya, Eddy dan istrinya tak sendirian. Bersama sejumlah orang lainnya, mereka memanfaatkan betul adanya stand Komunitas Therapy Banyu Urip yang kebetulan ikut mengisi kegiatan TMMD Reguler ke-101 di Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Umbulharjo untuk berobat.

Adalah Serda M.S Arifin yang sudah sejak 2005 lalu merintis pengobatan alternatif banyu urip-nya. Arifin mengaku pengobatan yang dilakukannya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, migrain, hernia, kanker payudara, AIDS dan penyakit lainnya sudah sempat diterapkannya pada masyarakat Nangroe Aceh Darussalam media 2004-2005. Kebetulan sebagai seorang tentara, Arifin mendapat penugasan selama setahun di Bumi Serambi Mekkah.

"Kemampuan meracik ramuan ini merupakan warisan turun temurun keluarga. Kakek buyut, kakek dan ayah punya kemampuan ini. Sekarang pelan-pelan saya tularkan kemampuan ini ke anak-anak," ungkap Arifin.

Pria kelahiran Sumenep, Madura ini mengaku ramuan racikannya sederhana. Hanyalah berbahan dasar daun sirih, daun mint, daun salam dan akar-akaran yang diraciknya menjadi sebuah ramuan bernama banyu urip.  "Kemudian ditambah laku prihatin dan puasa. Alhamdulilah berkah dan berhasil banyak yang sembuh karena hakikat dari ramuan ini adalah mengeluarkan cairan penyakit dari dalam tubuh," papar dia.

Saat ini, ribuan orang pun sudah merasakan manfaat dari ramuan banyu uripnya. Bahkan, sejak awal 2018 ini tak hanya dari dalam negeri, pasien dari luar negeri juga sembuh berkat ramuan banyu urip. Imbasnya, Arifin menyebut saat ini sudah ada perwakilan Komunitas Therapy Banyu Urip berdiri di Malaysia dan Singapura.

Dua Perwakilan

Di Negeri Jiran, bahkan Arifin memiliki dua perwakilan atas nama Sahrul Hisham bin Sahini di Ipoh, Perak dan Iskandar, Kuala Lumpur. Adapun perwakilan di Singapura yakni Salim bin Attan.

"Awalnya mereka pasien-pasien saya. Bawa penyakit yang menahun dan sulit sembuh. Setelah mencoba ramuan saya dan merasakan perubahan menjadi baik dalam hitungan menit saja akhirnya mereka memberanikan diri bilang ke saya untuk membuka perwakilan di negara mereka. Saya tidak keberatan karena ramuan tetap dari saya," papar dia.

Sudah dilengkapi SIUP, TDP, Depkes dan tengah menunggu proses selesainya perizinan di BPPOM, Arifin menyebut dalam waktu dekat ini akan ada lagi perwakilan Komunitas Therapy Banyu Urip di luar negeri. Terdekat yakni di Tiongkok dimana ada seorang pengusaha negara tersebut yang memiliki mesin sirkulasi yang bisa mendeteksi suatu penyakit. Kolaborasi pun dilakukan dimana Banyu Urip kebagian menyembuhkan penyakit usai dideteksi mesin tersebut.

"Sebagai muslim, apa yang saya lakukan ini hanya untuk mencari kendaraan saja ke akhirat nanti, lalu juga ingin menunjukkan bahwa banyak kekayaan herbal yang unggul dan dasyat. Sebagai anggota TNI saya ingin menunjukkan juga bahwa tentara bisa sebagai terapis amanah," tandas Arifin.

(Gading Persada /SMNetwork /CN26 )