image

DIDARATI HELIKOPTER: Helikopter rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mendarat di Lapangan Terbang Ngloram, saat kunjungan kerja di Blora, beberapa tahun lalu. (suaramerdeka.com/Abdul Muis)

14 Februari 2018 | 22:54 WIB | Suara Muria

Pemkab Blora Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Bandara Ngloram

BLORA, suaramerdeka.com- Pemkab Blora menyiapkan tim untuk membantu percepatan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Ngloram. Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), Samsul Arif menuturkan, tim yang pembentukannya tinggal menunggu pengesahan oleh Bupati Djoko Nugroho tersebut antara lain bertugas membantu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam merealisasikan pembangunan Bandara Ngloram yang berada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu.

‘’Hal-hal yang tidak masuk dalam bidang tugas Kemenhub itu nantinya akan dilakukan tim percepatan yang dibentuk Pemkab Blora,’’ ujarnya, kemarin.

Samsul Arif yang pernah menjabat sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora mencontohkan, ketika Bandara Ngloram akan diperluas maka membutuhkan tambahan lahan.

Pembebasan lahan itulah, kata Samsul Arif, menjadi tugas tim kabupaten untuk menyelesaikannya. Keberadaan fasilitas pendukung yang mengakses ke bandara seperti jalan raya yang layak dan lampu penerangan juga akan disiapkan tim percepatan pembangunan Bandara Ngloram. ‘’Oleh karena itu tim itu beranggotakan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya dari Dinrumkimhub, DPU dan OPD lain yang terkait bahkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa,’’ kata Samsul Arif.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono menambahkan, tim percepatan di tingkat daerah antara lain juga bertugas melakukan koordinasi mulai dari pemerintah daerah hinga pemerintah pusat.

‘’Misalnya pengadaan lahan untuk kebutuhan pengembangan bandara. Dari pemerintah provinsi berapa dan pemeritah daerah berapa,’’ tandasnya.

Terkait dengan pembebasan lahan seiring pengembangan Bandara Ngloram kelak, menurut Djati Walujastono, masih menunggu master plan dari Kementerian Perhubungan.

Bulan Depan

Sekadar diketahui, peletakan batu pertama dimulainya  pembangunan dalam rangka pengaktifan kembali Bandara Ngloram direncanakan akan dilakukan Kementerian Perhubungan bulan depan. Disusul pengerjaan fisik awal berupa pengaspalan kembali (overlay) landasan pacu dan pemagaran area bandara.

Menurut Djati Walujastono, tahun ini pemerintah pusat menganggarkan dana Rp 5 miliar. Anggaran tersebut dipakai untuk penyusunan master plan, Detail Engineering Design (DED), analisis dampak lingkungan (amdal), penyusunan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan(KKOP) dan perencanaan yang lain. Sedangkan pemagaran dan overlay runway menggunakan anggaran lain.

Pembangunan fisik dilanjutkan 2019 terdiri dari perpanjangan landasan pacu (runway) dari 900 meter x 30 meter menjadi 1.350 meter x 40 meter, termasuk pembuatan turning area seluas 1.500 meter persegi, serta marking pekerjaan tanah dan pengawasan, yang dikerjakan dalam satu paket dengan anggaran Rp 40 miliar. ‘’Awalnya perpanjangan runway hanya 1.200 meter tapi perencanaan terakhir berubah menjadi 1.350 meter,’’ ujarnya.

Pengerjaan sarana dan prasarana fisik lainnya di area bandara yang pernah aktif di tahun 1980-1984 adalah pelapisan runway, taxiway, perluasan apron untuk mengakomodasi dua pesawat tipe ATR 72-500/600 termasuk marking volume 2.800 meter persegi, pembangunan gedung penunjang beserta jalan akses serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Bandara Ngloram diproyeksikan menjadi bandara komersial dan bisa didarati pesawat berbadan lebar. 

(Abdul Muiz /SMNetwork /CN40 )