image

TINGKAT NASIONAL: Menteri PAN-RB, Asman Abnur (kedua dari kanan), menyerahkan penghargaan tingkat nasional kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo (ketiga dari kiri), yang berprestasi atas pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). (suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

14 Februari 2018 | 21:18 WIB | Solo Metro

Pemkab Wonogiri Terima Penghargaan SAKIP Tingkat Nasional

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Pemkab Wonogiri menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tingkat nasional tahun 2018. Penghargaan dengan predikat B ini, diberikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, di Yogyakarta, Selasa (13/2).

Penghargaan tingkat nasional ini, tidak saja menjadi lambang supremasi bergengsi atas prestasi kinerja Pemkab Wonogiri. Tapi, dirasakan bagai menjadi kado istimewa bagi duet Bupati Joko Sutopo dan Wakil Bupati Edy Santosa, yang pada tanggal 17 Februari 2018 nanti, genap dua tahun memimpin Kabupaten Wonogiri.

Kabag Humas Pemkab Wonogiri, Haryanto menyatakan, penghargaan tingkat nasional tersebut, merupakan prestasi yang prestisius terkait dengan nilai 'rapor' tentang akuntabilitas kinerja Pemkab Wonogiri pimpinan Bupati Joko Sutopo bersama Wakil Bupati Edy Santosa, selama setahun terakhir ini.

Provinsi Jateng memiliki 35 kabupaten/kota. Tapi yang meraih prestasi pencapaian nilai B, hanya ada tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Wonogiri, Cilacap, dan Kudus. Hasil evaluasi Kementerian PAN-RB, menetapkan Pemkab Wonogiri memperoleh nilai 61,91 atau berpredikat B. Tahun 2016 lalu, perolehan nilai SAKIP Wonogiri hanya mendapat predikat CC dengan nilai 58,59.

Haryanto selaku juru bicara Pemkab Wonogiri menyatakan, pencapaian predikat B tersebut, menunjukkan tentang kinerja yang efektivitas dan efisiensi, utamanya dalam penggunaan anggaran dan capaian kinerjanya, dinilai cukup memadai. Kualitas budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada hasil juga dinilai baik.

Panca Program

Penggunaan anggaran yang efektif dan efisien, dilakukan dengan pemangkasan banyak program dan kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Joko Sutopo, mengatakan, dari 4.021 kegiatan dipangkas tinggal menjadi 274 kegiatan.

Langkah efisiensi ini, dilakukan dalam upaya mengarahkan pembangunan agar fokus pada prioritas panca (5) program unggulan, untuk pengentasan kemiskinan. Panca program itu meliputi infrastruktur, perekonomian, pendidikan, kesehatan dan pertanian. Yang dijabarkan dalam rumusan 'alus dalane, rame pasare, pinter wargane, sehat rakyate, sejahtera petanine' (halus jalannya, ramai pasarnya, pandai warganya, sehat rakyatnya dan sejahtera petaninya).

Dalam dua tahun terakhir ini, Wonogiri telah membangun jalan sepanjang 750 dari 800 Kilometer (Km) yang rusak, dari total jalan sepanjang 1.038 Km. Juga telah diresmikan pembangunan Pasar Bung Karno di Kecamatan Baturetno bernilai Rp 50 miliar, dan kini menyusul pembangunan Pasar Purwantoro, dengan dana Rp 50 miliar.

Mulai tahun ajaran baru 2018, pendidikan dasar (SD-SMP) digratiskan dengan mengalokasikan dana Rp 23 Miliar. Diberikan pula beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin sebanyak Rp 2 miliar, dan dana Rp 22 miliar untuk honorarium 4.097 orang Guru Tidak Tetap (GTT), yang masing-masing dinaikkan dari semula Rp 200 ribu menjadi Rp 0,5 juta per bulan per GTT.  
   
Pada Tahun 2018 ini, dialokasikan dana Rp 13 miliar untuk menggratiskan pelayanan kesehatan bagi orang miskin, dan dialokasikan dana Rp 19 miliar untuk bantuan pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) dan bantuan sarana produksi (saprodi) kepada petani.

(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN40 )