image

Foto: Istimewa

14 Februari 2018 | 18:00 WIB | Ekonomi dan Bisnis

BI: Penjualan Eceran di Semarang Membaik

SEMARANG, suaramerdeka.com -Bank Indonesia (BI) mencatat dari hasil Survei Penjualan Eceran pada Desember 2017, penjualan eceran di Kota Semarang diindikasikan mengalami perbaikan. Hal itu ditunjukkan dari indeks penjualan eceran riil (IPR) tercatat sebesar 189,5, atau tumbuh sebesar 5,3% (mtm). 

Rahmat Dwisaputra, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, mengatakan, pertumbuhan dialami oleh seluruh kelompok komoditas, kecuali kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang tercatat stabil. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komoditas peralatan komunikasi (13,3%; mtm); perlengkapan rumah tangga lainnya (8,7%; mtm); serta sandang (6,0%; mtm).
 
"Walaupun membaik namun demikian tingkat pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,6% (mtm)," katanya, Rabu (14/2).
 
Lebih lanjut Rahmat merincikan penurunan penjualan ritel terjadi pada 6 dari 8 kelompok komoditas. Tiga kelompok dengan penurunan terdalam  yaitu perlengkapan rumah tangga (23,2% yoy), barang lainnya (16,5% yoy); serta barang budaya dan rekreasi (12,4% yoy).
 
Sementara itu, penjualan kelompok komoditas peralatan dan komunikasi dan kelompok sandang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 9,9% (yoy) dan 0,2% (yoy).
 
Sesuai pola musiman akhir tahun, kinerja penjualan eceran Kota Semarang diperkirakan terkontraksi pada Januari 2018. Perkiraan IPR Januari 2018 tercatat sebesar 181,1, atau turun 4,4% (mtm).
 
"Apabila dianalisis secara tahunan, penjualan eceran pada Januari 2018 diperkirakan masih mengalami kontraksi. Penurunan IPR pada Januari 2018 yaitu sebesar 0,7% (yoy), relatif rendah dibandingkan kontraksi pada Desember 2017 yang tercatat 4,4% (yoy)," jelasnya.

(Cun Cahya /SMNetwork /CN41 )