image

OLAM AIR PANAS : Heri Martono, Kasi Program dan Evaluasi PP PAUD Dikmas Jateng (empat dari kiri) melihat kolam ikan air panas bersama warga Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Senin (12/2). (suaramerdeka.com/Ali Arifin)

14 Februari 2018 | 05:33 WIB | Suara Banyumas

Bitingan Berpotensi Jadi Kampung Wisata

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com- Heri Martono, Kasi Program dan Evaluasi Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD Dikmas) Jateng menyatakan bahwa Dukuh Bitingan, Desa Kepakisan, Kabupaten Batur, Banjarnegara, memiliki potensi menjadi Kampung Wisata.

Hal itu diungkapkan Heri Martono saat melakukan kunjungan Identifikasi Kelayakan Labsite di Kampung Bitingan, Senin (12/2).

''Dari pantauan di lapangan, Kampung Bitingan potensial menjadi salah satu laboratorium lapangan (Labsite) PP PAUD Dikmas Jateng, yakni sebagai Lab-site Kampung Wisata. Namun untuk menuju ke arah itu masih banyak tahapan yang harus dilalui. Kami akan laporkan hasil kunjungan ini kepada pimpinan,'' jelasnya.

Menurut dia, hingga saat ini PP PAUD Dikmas Jateng sudah memiliki 12 lab-site disejumlah wilayah. Yakni, Kampung Edukasi Suruh Kabupaten Semarang, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pioneer Palur Karanganyar, PKBM Citra Ilmu Ungaran Kabupaten Semarang, Desa Vokasi Gemawang Kabupaten Semarang, Taman Baca Masyarakat (TBM) Komunitas Adat Samin Blora, PAUD Tunas Harapan Wedung Demak, TBM Ngudi Ilmu Ujung-ujung Kabupaten Semarang, PKBM Harmoni Banyumas, Lembaga Kerja dan Pelatihan (LKP) Vicco Kota Semarang, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kendal, Desa Digital Kalibau Kabupaten Magelang, dan SMP 12 Kota Semarang sebagai labsite pendidikan keluarga.

''Jika dinyatakan layak oleh tim perumus dan pimpinan kami, maka Dukuh Bitingan akan menjadi lab-site ke-13 PP PAUD Dikmas Jateng,'' ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Dukuh Bitingan, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara bisa menjadi labsite penerapan model-model pemberdayaan masyarakat. Targetnya adalah memajukan wilayah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat berbasis alamdan kearifan lokal.

Hal itu diungkapkan Kepala PP PAUD dan Dikmas Jateng, Djajeng Baskoro, saat kunjungan ke Dukuh Bitingan, akhir Desember 2017.

Air Panas

Heri Martono yang dalam kunjungan didiampingi dua stafnya, Sabariman dan Rudi Widiarto, tersebut kemarin diterima Watno, tokoh Dukuh Bitingan sekaligus produsen oleh-oleh tradisional masyarakat Dieng, Carica, Sekretaris Desa Kepakisan Andri Priyatmoko dan sejumlah tokoh masyarakat lain seperti Muh Ta'in,Nurokhim, Tanto, dan Khumaedi.

Dalam kunjungan tersebut Heri ditunjukkan sejumlah potensi yang dimiliki oleh Dukuh Bitingan yang dihuni sekitar 100 keluarga tersebut. Antara lain sumber airpanas, Curug Sirawe yang terdiri atas tiga buah curug dan salah satunya adalah curuh air panas.

''Kami sudah membuat pemandian air panas untuk umum. Setiap warga yang ingin mandi air panas cukup membayar Rp 3.000,'' jelas Watno.

Hal yang sama juga diungkapkan Muh Ta'in. Di dukuh itu banyak kolam ikan air panas yang ikannya hidup sehat dan enak untuk dikonsumsi. ''Ikan yang dipeliharawarga di kolam renang air panas dagingnya renyah saat digoreng sehingga enak dimakan,'' katanya.

Nurokhim , tokoh masyarakat lain berharap Dukuh Bitingan bisa menjadi salah satulabsite PP PAUD Dikmas Jateng di bidang kepariwisataan. ''Ajari kami sehingga bisa membuat dukuh wisata. Kami ingin Bitingan didatangi para wisatawan agar tingkat ekonomi warga setempat meningkat,'' jelasnya. 

(Ali Arifin /SMNetwork /CN39 )