image

Foto: suaramerdeka.com/dok

24 Januari 2018 | 18:27 WIB | Suara Kedu

Antisipasi Difteri, Sosialisasi Gencar Dilakukan di Instansi Militer

SLEMAN,suaramerdeka.com- Sosialisasi bahayanya penyakit difteri terus dilakukan. Di instansi militer pun gencar dilakukan. Setelah di Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, kali ini sosialisasi terhadap penyakit menular tersebut juga menyasar pada tentara-tentara yang bertugas di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta.

Komandan Lanud (Danlanud) Adisutjipto Marsekal Pertama Novyan Samyoga yang diwakili Kasi Binpresman Letkol Adm Darwis Akmal menyampaikan, kegiatan sosialisasi penyakit difterian  merupakan upaya Lanud  Adisutjipto dalam rangka mencegah dan memberantas penyakit  itu di  TNI AU, khususnya di lanud setempat.  Dengan sosialisasi difteri atau penyuluhan kesehatan ini diharapkan setiap anggota dapat memiliki wawasan mengenai difteri dan dapat menyebarkan  informasi  di lingkungan keluarga dan masyarakat luas. Sehingga akan terbentuk kesadaran untuk menjaga kesehatan khususnya yang berkenaan dengan penyakit difteri.

“Penyakit difteri adalah infeksi yang dapat menular, bakteri penyebab penyakit ini menghasilkan racun yang berbahaya jika menyebar ke bagian tubuh lain. Karena itu perlulah setiap personel TNI AU memiliki pengetahuan mengenai penyakit ini, khususnya penanggulangan, dan penyebarannya,” tutur Letkol Darwis pada Sosialisasi Difteri di Gedung Serba Guna Lanud Adisutjipto, Rabu (24/1).

Sementara itu dokter dari RSPAU Hardjolukito Letkol Kes dr. Endrijati, Sp. T.H.T. menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi dipandang sangat perlu dan mendesak, hal ini dikarenakan masyarakat memang belum banyak yang memahami penyakit difteri. Dan pengetahuan penanggulangan, penyebaran penyakit ini sangat penting untuk diketahui,  agar warga TNI AU dapat terhindar dari wabah penyakit difteri yang merupakan penyakit menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

“Pnyakit ini gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Pada kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Beberapa pasien juga mengalami infeksi kulit,” tandas dokter Endrijati sebagai narasumber.

(Gading Persada /SMNetwork /CN38 )