image

Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani

24 Januari 2018 | 18:13 WIB | Pilkada Serentak

Bibit: Pilih Pemimpin Jateng yang Bermoral Tinggi

MAGELANG,suaramerdeka.com– Gubernur Jawa Tengah 2008-2013, Bibit Waluyo meminta warga yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub 2018 dapat memilih pemimpin yang benar-benar bermoral tinggi. Dengan moralitas tinggi, maka segala konsep, daya pikir, ide, gagasan, dan semuanya hanya untuk rakyat.

“Saya juga berharap, pelaksanaan Pilgub nanti dapat dilakukan dengan jujur, adil, dan amanah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Cacaban, Rabu (24/1).

Mantan Pangdam IV/Diponegoro ini enggan mengomentari dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah mendaftarkan diri ke KPU Jawa Tengah. Ia hanya menilai, kalau sudah menjadi pilihan dari sekitar 35-40 juta pemilih di Jateng, maka calon itu merupakan yang terbaik.

“Siapa yang terbaik, nanti rakyat yang akan memilihnya. Hasilnya baru diketahui nanti setelah pemilihan, mana yang dipilih rakyat, itulah yang berarti terbaik,” kata kakek yang sudah berusia 69 tahun itu.

Bibit mengaku, tidak mengenal secara pribadi sosok bakal calon yang maju dalam Pilgub. Yang ia tahu, satu calon merupakan bekas menteri dan satunya masih menjadi gubernur.

“Saya rasa rakyat Jateng sudah tahu siapa dua sosok itu. Semua juga tahu kinerja Pak Sudirman Said dan Pak Ganjar Pranowo seperti apa,” tuturnya.

 Menurut mantan tentara yang berpangkat Letnan Jenderal ini, rakyat Jateng tinggal membandingkan saja konsep pemikiran calon pemimpin ini seperti apa yang sudah disampaikan ke publik. Apalagi, central grafitinya NKRI adalah Jawa Tengah.

“Maka, bisa dilihat sisi ideologi, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan serta agama. Saya rasa pemimpin Jateng harus mampu memahami hal itu dengan baik. Sehingga, konsep pembangunan nanti bisa ditiru wilayah lain di Indonesia,” jelasnya.

Terkait pilkada, Bibit yang kini sudah menjadi warga sipil akan menggunakan hak pilihnya nanti. Apalagi ia sudah didatangi petugas KPU yang melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Selasa (23/1) lalu.

Kepada petugas KPU, Bibit memberikan pesan agar menjadi petugas KPU yang amanah. Menyiapkan segala sesuatu terkait Pilkada dengan baik, agar mendapatkan pemimpin yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Kasihan rakyat yang kecil-kecil itu kalau ada pemimpin yang tidak memberikan contoh baik. Mau Pemilu begini, mereka mendekati rakyat. Kalau sudah Pemilu, mereka lupa. Jangan menjadi pemimpin yang kamuflase, yang mendekati rakyat kalau mau Pilkadasaja,” tegasnya.

(Asef Amani /SMNetwork /CN38 )