image

SOSIALISASI: Sejumlah personnel Korem 072/Pamungkas Yogyakarta tengah mengikuti sosialisasi bahayanya penyakit difteri yang diberikan oleh narasumber dari Kementerian Kesehatan. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

23 Januari 2018 | 12:09 WIB | Suara Kedu

Dapatkan Sosialisasi, Tentara Diminta Waspadai Difteri

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Penyakit difteri terus menjangkiti warga di beberapa daerah di Indonesia. Untuk mewaspadainya, beberapa sosialisasi dilakukan termasuk ke personel TNI. Bahkan kalangan tentara juga dimintai mewaspadainya penyakit tersebut.

Maka untuk memastikan setiap personelnya paham terhadap berbahayanya difteri, Korem 072/Pamungkas Yogyakarta pun menggelar sosialisasi difteri dihadapan anggotanya. 

Menurut Kapenrem 072/Pamungkas Mayor Caj Syamsul Ma’arif kegiatan sosialisasi sengaja digelar Korem bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tentara  wilayah Jogja untuk memberikan informasi tentang penyakit difteri, baik gejalanya, cara penularan serta yg paling penting adalah pencegahannya.

"Sehingga diharapkan personel militer dan ASN dapat mewaspadai dan menjaga keluarganya dari terjangkitnya penyakit difteri," tutur Kapenrem

Sementara itu dr. Rio dari Kemenkes RI memaparkan bahwa difteri sebetulnya penyakit lama yang sudah ada penangkalnya, yaitu vaksin DPT (difteri, pertusis dan tetanus). Penyakit ini pernah mewabah pada tahun 2009. Penyakit ini cepat menular sehingga penderitanya kerap diisolasi.

"Tanda tanda dan gejala Difteri antara lain tenggorokan serak dan radang, adanya pembengkakan kelenjar pada leher, terjadi gangguan pernafasan dan gangguan saat menelan, demam menggigil serta muncul tanda tanda shock seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat," sambung dia.

Apabila tidak diobati dengan tepat, ungkapnya, difteri dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya dan bahkan bisa berujung dengan kematian.
"Supaya segera memeriksakan ke unit kesehatan terdekat apa bila muncul tanda tanda dan gejala seperti di atas. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan penyebaran Difteri antara lain vaksinasi/imunisasi, menjaga kebersihan lingkungan, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup, serta olahraga rutin," tandas dia. 

(Gading Persada /SMNetwork /CN19 )