image

PANEN PERDANA : Kementan melaksanakan panen perdana program percepatan panen kegiatan Gerakan Panen Setiap Hari di Kabupaten di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Minggu (14/1). (Foto: suaramerdeka.com/Puji Purwanto)

14 Januari 2018 | 14:54 WIB | Suara Banyumas

Percepatan Panen Dukung Swasembada Pangan

BANYUMAS, suaramerdeka.com- Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan importasi beras khusus sebanyak 500.000 ton, tak menyurutkan motivasi para petani untuk memproduksi padi.

Bahkan, guna mewujudkan swasembada pangan dan ketersedian stok beras di Bulog, Kementerian Pertanian berupaya melakukan kegiatan Gerakan Panen Setiap Hari di seluruh Kabupaten di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang. 

"Kita bersyukur setiap saat ada panen dan setiap saat juga melakukan pertanaman. Kita tidak perlu terombang-ambing dengan ketetapan bahwa ada impor beras masuk, tapi kita tetap menunjukkan prestasi bahwasanya terbukti hari ini panen dan ada yang memulai tanam," kata Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, Siti Munifah, kepada wartawan usai panen padi perdana di Desa Tinggarjaya, Minggu (14/1).  

Panen ini merupakan awal dari datangnya musim panen Kecamatan Jatilawang, khususnya di Desa Tinggarjaya yang memiliki potensi panen dengan luasan 350 hektare. Varietas yang digunakan adalah Inpari 13, 31 dan 33 dengan prediksi untuk produktivitas sebesar 8-9 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).

Panen perdana di Desa Tinggarjaya merupakan hasil dari sinergi program percepatan tanam yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Kodim 07/01 Banyumas.

"Ini tentu peran aktif dari Babinsa bersama penyuluh yang menggerakkan masyarakat untuk bisa bersama-sama terus melakukan pertanaman. Kita bisa lihat hari ini, walaupun hujan dan cuaca tidak bagus, tapi di sini tetap ada panen raya seluas 350 hektare," kata Siti Munifah.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Andriko Noto Susanto, menyatakan percepatan tanam ini dengan pengalokasian kegiatan Percepatan Diseminasi VUB Padi tahan wereng batang cokelat (WBC) melalui implementasi teknologi budidaya jajar legowo super di wilayah endemik WBC seluas 80 hektare dari BPTP Provinsi Jawa Tengah.

(Puji Purwanto /SMNetwork /CN41 )