image

Foto: Istimewa

31 Desember 2017 | 13:27 WIB | Liputan Khusus

Kaleidoskop 2017: 10 Peristiwa Heboh di Semarang Sepanjang Tahun

Sepanjang 2017, banyak terjadi peristiwa yang cukup menyita perhatian di Kota Semarang. Mulai dari banjir sampai pembunuhan, semuanya terjadi di ibu kota Jawa Tengah ini. Berikut 10 berita terheboh di Semarang versi Suaramerdeka.com.

Banjir Bandang Dinar Indah

Banjir bandang menerjang Perumahan Dinar Indah Semarang pada Februari lalu. Banjir tersebut disebabkan jebolnya tanggul di sisi timur perumahan. Tanggul jebol akibat tidak mampu menahan derasnya aliran Sungai Pengkol setelah hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dan wilayah Ungaran selama beberapa jam lamanya. Tanggul tersebut baru dibangun bulan Januari lalu.

Banjir bandang kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya di bulan Desember dan Januari juga terjadi hal yang sama. Ketinggian banjir kali ini mencapai hampir 2 meter.

Menurut keterangan warga, banjir bandang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam waktu 30 menit, air bercampur sampah dan lumpur langsung menggenangi pemukiman warga.

---

Sopir BRT Nge-fly

Sopir BRT koridor 1 nomor lambung I-020 atas nama Saputro atau Putro dilaporkan lantaran kedapatan teler saat mengemudi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.40. Lepas dari Jalan Piere Tendean, bus seharusnya ke shelter transit Pemuda, namun Putra malah masuk ke Jl Thamrin dengan berjalan zig-zag.

Dari Thamrin, bus masuk Jalan Tri Lomba Juang ke arah Pahlawan-Simpanglima-Pahlawan. Putra lantas memaksa penumpang dan petugas tiket turun di Jalan Pahlawan. Selanjutnya Putra membawa bus ke arah-Siranda-Elisabeth-Kawi-Sriwijaya.

Sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas BLU Trans Semarang, akhirnya bus berhasil dihentikan di lampu lalu lintas Peterongan.
---

Pemberlakuan Tilang Lewat CCTV

Polrestabes Semarang mulai memberlakukan tilang elektronik atau e-tilang. Akibatnya ratusan pengendara di Kota Semarang terekam melanggar lalu lintas.

Penerapan e-Tilang dilakukan dengan memasang CCTV beserta pengeras suara di 26 titik di Kota Semarang. Tampilan CCTV dapat diakses warga lewat aplikasi berbasis Android melalui ATCS Lalin Semarang. Jumlah pelanggar terbanyak lalu lintas pada pemberlakuan e-Tilang berada di Simpang Tlogosari dan Fatmawati.

Nantinya, polisi akan mendatangi alamat rumah pelanggar sesuai data kendaraan, sembari membawa bukti gambar rekaman CCTV pelanggaran tersebut.
---

Jatingaleh Macet Parah

Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jalan Setiabudi, lebih tepatnya setelah lampu merah Ngesrep hingga Jalan Gombel Lama sampai Jatigaleh lantaran proyek underpass. Antrean kendaraan yang panjang membuat pengendara susah bergerak.

Kemacetan panjang bahkan kerap terjadi dari perempatan patung Diponegoro Undip Tembalang hingga overpass pertama underpass Jatingaleh. Kemacetan disebabkan terjadi penyempitan jalan lantaran adanya pengerjaan overpass pertama. 
--

Kebakaran di Kawaasan Peterongan

Kebakaran melanda rumah bertingkat di kawasan Pasar Peterongan menjelang Shalat Ied. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 dan baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.50. Ada 12 unit mobil pemadam yang dikerahkan di lokasi kejadian.

Pada peristiwa tersebut seorang perempuan meninggal hangus terbakar. Diduga hendak menyelamatkan diri, korban yang berada di dalam kamar nomor empat itu ditemukan dalam kondisi tertimpa atap. 
--

PSIS Lolos ke Liga 1

PSIS Semarang lolos ke kompetisi Liga 1 musim 2018 setelah berhasil menduduki peringkat ketiga Liga 2 2017. Keberhasilan PSIS Semarang lolos ke Liga 1 mendapatkan ganjaran. Anggota skuat Mahesa Jenar diberi bonus sebesar Rp 225 juta.

Keberhasilan itu disambut warga Kota Semarang dan mengarak para pemain keliling kota. Para pemain dan official Laskar PSIS disambut di Terminal Mangkang, lalu dinaikkan ke bus tingkat wisata milik Pemkot Semarang. Konvoi mobil jeep dan motor dari suporter mengawal bus selama perjalanan.

Perjalanan konvoi berujung di Balai Kota Semarang dan disambut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
--

Penggerebekan Pabrik Pil PCC

Rumah mewah di jalan Halmahera Raya, nomer 27, Semarang Timur digerebek petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Rumah tesebut digunakan untuk memproduksi pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang dilarang beredar.

Saat penggerebekan, petugas mendapati barang bukti jutaan pil pcc bertuliskan 'zenith' siap edar. Selain itu ada pula empat unit mesin yang digunakan untuk membuat pil, satu mesin pengering, serta bahan-bahan baku lainnya. Sejumlah orang juga nampak diamankan petugas.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Irwanto mengatakan, pil ini diproduksi untuk dikirim dan diedarkan di Kalimantan Tengah. Di Semarang ada dua lokasi, di Halmahera untuk pabrik, dan di Jalan Medoho Raya sebagai gudang.
--

Pembunuhan di Indomaret

Perampokan disertai pembunuhan terjadi di Indomaret 24 jam Jalan Gajah Raya RT 5 RW 2, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari. Pelaku menghabisi seorang karyawan dan membawa kabur uang sekitar Rp 2 juta.

Korban tewas diketahui Agung Koko Prakoso, 21, warga RT 9 RW 1, Dukuh Gagung, Desa Sendangsoko, Kecamatan Jakenan, Pati. Korban dihabisi pelaku di gudang tempat penyimpanan brankas uang. Tubuh korban bersimbah darah dengan empat luka tusukan senjata tajam di bagian dada.

Peristiwa bermula ketika korban bersama seorang rekannya, bekerja pada shift malam mulai pukul 23.00 sampai 08.00. Saat keduanya di meja kasir, tiba-tiba datang seorang pria yang mengenakan seragam Indomaret yang dibalut jaket. Pria tersebut langsung menuju ke meja kasir dan hendak menukarkan uang. Tanpa curiga, Agung Koko menuju ke gudang yang menjadi tempat penyimpanan brankas uang.
--

Kebakaran Gerai Makanan di Citraland

Kebakaran terjadi di sebuah gerai makanan di Mal Ciputra Semarang. Kebakaran sempat membuat panik pengunjung dan pemilik gerai di tempat itu.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB tepatnya di gerai makanan Istana Mie yang berlokasi di dekat jembatan penghubung antara Mal Ciputra dan Plasa Simpang Lima. Alarm mal langsung berbunyi dan beberapa orang berteriak kebakaran. Pengunjung sontak berlarian meninggalkan mal.

Peristiwa tersebut bisa ditangani sekitar 30 menit. Meski tidak ada api yang berkobar besar, namun asap memang mengepul hingga penjuru mal.
--

Kursi Nyeleneh Stadion Citarum

Pemasangan kursi di Tribun Stadion Citarum asal-asalan. Di tribun timur jarak antar kursi di depannya sangat sempit, sehingga para penonton tidak bisa duduk nyaman. Penonton harus jongkok, bersila, hingga naik sandaran kursi karena tidak ada ruang untuk kaki.

Padahal, kursi tipe single seat tersebut baru saja dipasang beberapa waktu lalu. Selain tribun timur, sngle seat juga dipasang tribun sisi barat stadion. Penambahan kursi tersebut dianggarkan senilai Rp 7,95 miliar dari APBD Perubahan Kota Semarang 2017. Sayangnya kenyamanan beberapa penonton menjadi terganggu lantaran jarak antar kursi depan dan belakang cukup mepet. Kejadian ini menjadi viral hingga ke mancanegara.

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN33 )