image

Foto: dok. Komukino Fest 2017

18 Desember 2017 | 22:48 WIB | EVENT

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Ajak Kobarkan Semangat Berkebudayaan Lewat ‘Komukino Fest 2017’

Remaja.suaramerdeka.com–Teknologi Internet dan Budaya Kekinian menjadi karakter kuat Generasi Millennial yang acapkali dikritik kurang peduli terhadap Budaya Tradisional. Namun anggapan ini tampaknya dipatahkan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang yang justru menantang diri mereka bergelut dengan Budaya Tradisional untuk dikenalkan secara Kekinian ditengah masyarakat.

Melalui gelaran Festival Komukino, persandingan Modernitas dan Tradisional ini terlihat dari hadirnya Kuliner Fusion yang memadukan citarasa kuliner tradisional diinovasi menjadi kuliner dengan tampilan modern. Sego Pager Khas Kabupaten Purwodadi dan Jadah Khas Kabupaten Rembang misalnya disajikan dengan tampilan Sushi layaknya kuliner Jepang.

Perubahan bentuk kuliner ini semata-mata dilakukan untuk mengenalkan generasi sekarang akan ragam kuliner tradisional yang kadangkala dianggap tidak menarik untuk dinikmati. Bahkan sejumlah kuliner tradisional yang sudah jarang ditemukan pun sengaja dihadirkan agar masyarakat yang belum sempat mengenalnya dapat menikmati originalitas kuliner asli Jawa Tengah. Setidaknya ini terlihat dari keberadaan kuliner Sego Glewo Khas Kota Semarang dan Clorot Khas Kabupaten Purworejo. Tak kurang 42 kuliner yang mewakili 35 kabupaten kota di Jawa Tengah dihadirkan dalam Festival Komukino yang tahun ini memasuki usia ke 6.

Bertempat di Jalan Kepodang dan Gedung Monod Diephuis, masyarakat tidak hanya akan dimanjakan dengan keberadaan Kuliner semata, namun akan diajak mengunjungi tiga kampung yang merepresentasikan Kearifan Lokal. Pengunjung dapat mencoba membuat batik di Kampung Batik; Melihat proses pembuatan Jamu di kampung Jamu serta bermain di Kampung Dolanan yang memfasilitasi pengunjung dengan ragam mainan tempo dulu seperti engklek, enggrang, bakiak dan lain sebagainya.

Ini adalah bentuk implementasi kerja nyata dari tiga mata kuliah, yakni Komunikasi Pemasaran, Management Acara, serta Internal dan Eksternal Public Relation, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang dalam hal pengenalan, pembelajaran, serta bentuk kepedulian kami akan eksistensi kebudayaan di Indonesia khususnya Jawa Tengah.

Dari digelarnya Festival Komukino yang ke-6 ini, diharapkan bahwa festival kebudayaan ini semoga tak Cuma membawa angin segar bagi perkembangan lini seni dan kebudayaan di Jawa Tengah, tetapi juga bisa menjadi triger bagi anak muda untuk setidaknya mulai memberikan tempat terhadap seni dan kebudayaan Indonesia di hati mereka masing-masing.

(Imam Supriono /SMNetwork )